Dunia Kata-Kata Ku

Kumpulan tulisan sendiri dan beberapa tulisan lainnya yang menarik

Kaum-Kaum 30 Maret 2010

Filed under: Puisi (Poem) — chimutluchu @ 7:27 AM

Mereka
Kaum intelek sok tahu
Berpakain perlente
Bermandikan uang
Bau merekapun menyaingi nirwana

Tegap, pongah
Dada membusung
Tak luput pula senyum
Melekati wajah kaku kaum itu

Entahlah
Senyum bahagiakah itu
Ataukah senyum kelicikan

Kaum itu berjalan
Bak model catwalk
Melindas dengan sewenangnya
Artefak purba
Bergelar tata krama

 

Aku

Filed under: Cerpen — chimutluchu @ 7:12 AM

Aku seorang petualang ruang dan waktu yang melanglang buana ke segala penjuru dunia demi mencari sari-sari ilmu, tak luput keping-keping uang. Semua kulakukan demi impianku tuk ikut memajukan bangsa dan negaraku.
Walau ku tahu tak ada yang mengharapkan maupun membanggakanku serta tak ada lagi tempat untuk pulang, saat kembali ke negaraku nantinya. Namun panggilan hatiku sebagai anak bangsa, menuntutku tuk melakukan semua itu.

Sepuluh tahun yang lalu, terpaksa aku tinggalkan tanah kelahiran yang sangat ku cintai. Tak ada guna lagi aku tinggal disini. Ingin rasanya aku kuliah, namun hal itu sulit untuk diwujudkan, karena universitas di seluruh negaraku tak sudi menerima lulusan Ujian A1 (siswa yang lulus setelah mengulang kembali), selain itu, panti asuhan tempatku tumbuh, terpaksa ditutup.
Aku bisa saja bekerja, namun itupun hanya pekerjaan kelas bawah yang menggunakan otot bukan otak, dan aku tak menginginkannya.

Dan kini aku telah merasa cukup dengan apa yang ku raih. Sekaranglah saatnya tuk kembali. Dalam pikiranku, ku yakin dan optimis tuk mewujudkan impianku, karena pastinya keadaaan tanah airku telah berubah semenjak ku meninggalkannya.
Namun, begitu ku jejakkan kaki ini kembali di tanah yang kurindu, rasa kecewa menohok ulu hatiku. Semua kenyataan di pelupuk mataku kini, berbeda seratus delapan puluh derajat dari pikiranku selama ini. Ku lihat wajah-wajah pribumi yang tak bersemangat menghiasi berbagai penjuru tanah kelahiranku. Sementara itu, wajah-wajah asing tampak berseri merona.
“Apa yang terjadi ?” jeritku dalam hati.
Ku dekati salah seorang pemuda yang terduduk lesu di pelataran parkir bandara. Ku ucapkan salam padanya, Ia tampak terkejut.
“Iya, kenapa pak ?” jawabnya setengah terkejut.
Akupun terlarut dalam obrolan yang dalam dengan pemuda itu. Aku betul-betul kaget mendengar semua cerita yang mengalir dari bibirnya yang kelu itu.
Ya, tak ada pilihan lain baginya, bila masih ingin hidup, maka Ia harus bekerja keras dan mendapat gaji yang tak sepadan. Selain pemuda itu, banyak juga yang senasib dengannya, tapi bagi kaum hawa mereka betul-betul terpuruk. Kebanyakan dari mereka terpaksa menikah untuk menyambung hidupnya, mereka berusaha bertahan walau pernikahan itu bak neraka.
Semua ini terjadi karena satu sistem yang sangat dibanggakan oleh para penguasa, ya tak lain lagi sistem itu adalah Ujian Penyetaraan Tingkat Tinggi, semua pelajar harus mengikutinya, agar dapat lanjut ke jenjang berikutnya.
Mereka berkata, sistem ini hebat dan sebagai standarisasi serta indikator kepintaran masyarakat di negaraku. Kata mereka pula, dengan sistem ini, masyarakat negaraku dapat bersaing dengan masyarakat negara lain. Tapi, ini semua palsu. Sistem ini hanya tameng, agar para penguasa yang mengeruk keping-keping kekayaan dapat beraksi dengan leluasa dan tanpa gangguan sedikitpun.

Akibatnya, rencanaku melenceng jauh. Semula aku berpikir, bahwa mudah saja untuk membangun bangsa ini, dengan menggunakan cara yang rapi dan halus. Namun, ku harus memulai perubahan dengan cara yang agak sulit.
Proyek pribadiku yang telah ku batalkan, harus aku mulai lagi, yaitu proyek pembuatan mesin waktu. Selama berbulan-bulan aku mengerjakannya di rumah kecil yang berada di pinggiran kota. Orang-orang memandangku sinis, karena mereka menganggap aku seorang malas yang hanya ongkang-ongkang kaki. Aku tak peduli itu semua.
Akhirnya, mesin itu telah terselesaikan. Tapi, tiba-tiba saja aku gamang, ribuan Tanya bergelayut di hati dan menghantui pikiranku.
“Apakah mesin ini dapat bekerja sesuai harapanku, aku ingin mengujinya namun tak ada seseorang yang dapat membantu. Apa aku bisa kembali lagi ke masaku saat ini, atau mesin ini hanya dapat dipakai sekali jalan ? Dan apa yang akan ku lakukan untuk mengubah masa lalu, tak semudah itu mempengaruhi pikiran penguasa. Selain itu, apabila aku mengubah masa lalu, itu artinya aku menentang Tuhan, dan alasan inilah yang menghentikan proyekku dulu” kataku pada diriku sendiri.
Entahlah, aku tak tahu. Akupun hanya menatap nanar ke mesin itu.

 

Orang-Orang Menyebalkan di Sekitar Kita

Filed under: Corat-Coret — chimutluchu @ 7:09 AM

Hidup itu berwarna, begitupun orang-orang yang menghiasinya. Ada yang simpatik, menyenangkan, bersahabat, tak jarang pula ada yang menyebalkan. Tipe terakhir inilah yang paling sering saya jumpai.
Ada-ada saja tingkah mereka yang menyebalkan, sehingga kita merasa terganggu dan merasa jengkel terhadap mereka.
Ada orang yang merasa sok, yaitu bersikap seolah-olah dia yang paling pintar, cantik dan sebagainya. Ada yang bersikap seperti kritikus, yang menilai semua penampilan maupun sikap seseorang, seringkali penilaian mereka negatif. Ada pula yang suka mengatur dan memerintah orang lain, istilah dalam bahasa Inggrisnya adalah bossy.
Orang-orang yang menyebalkan tersebut seringkali melontarkan pertanyaan atau kritik yang itu-itu saja. Apa karena mereka lupa (kalau mereka telah menanyakannya) dan kurang kreatif (tak tahu lagi harus bicara apa), atau apakah mereka kurang cerdas ? Entahlah.
Untuk mengatasinya diperlukan kesabaran yang ekstra. Misalnya, ada seseorang yang mengomentari kita secara negatif, bila orang tersebut adalah keluarga dekat kita bisa saja menerangkan pembelaan dengan urat syaraf agak tegang. Tetapi, apabila itu orang lain, kita harus menjelaskannya secara perlahan, kita kan tidak ingin menambah masalah dan mendapat musuh.
Selain itu, kita harus bisa menahan diri dan tidak boleh emosional. Untuk mengendalikan emosi dapat dilakukan dengan cara menarik napas dalam-dalam kemudian mengjhembuskannya secara perlahan, ulangilah langkah ini beberapa kali, hingga merasa tenang.
Kita memang bukan Superman dan tidak sempurna, tetapi setidaknya kita harus bisa menerima kenyataan bahwa banyak orang yang tidak sepaham, sepandangan, maupun sealiran dengan kita.
Setiap orang diciptakan berbeda satu sama lain dan setiap pribadi itu unik. Pikiran seperti inilah yang harus kita camkan dalam hati.
Jadi, kita tidak bisa, tidak boleh, dan tidak akan, menyalahkan atau memarahi mereka yang berbeda pendapat, berseberangan pemikiran atau menilai kita secara negatif. Karena setiap orang berhak atas pendapatnya sendiri.
Apabila ada yang beranggapan kita aneh, jelek, atau apalah, ya, biarkan saja. Mereka bebas tuk bersuara.
Dan ada juga yang mengira bahwa pekerjaan kita itu sia-sia, ya, dengarkan saja. Merekapun tak salah dalam melontarkannya.
Dan sesuai dengan motto saya, yaitu “It’s my life” yang bermakna, “ini hidup saya dan yang akan menjalaninya adalah saya serta orang lain hanyalah penonton belaka”. Tetapi, terkadang penonton itulah yang paling sewot, namun biarkan sajalah anjing menggonggong dan tetaplah berlalu dengan langkah yang tegap.

 

Ujian 29 Maret 2010

Filed under: Corat-Coret — chimutluchu @ 6:37 PM

Rasanya malas ke sekolah, namun ujian akhir praktek kimia, biologi, fisika mengharuskan ku datang. Ku tepis rasa kantuk yang menghimpit tubuh, lalu bergegas mandi dan sarapan.
Ujian praktek kimiaku agak kacau. Saat ujian praktek tahap pertama, tentang larutan asam dan basa, aku agak kesulitan dalam menentukan pH larutan. Selain itu, hasil dan kesimpulan praktek, secara tak sengaja aku tulis di belakang soal.
Begitu juga dengan ujian praktek tahap kedua, sama kacaunya. Aku kurang bisa menggunakan pipet tetes. Saat mau menimbang benda, ada sedikit gangguan, sehingga Guru Kimiaku ikut turun tangan. Padahal, sebenarnya ku bisa menggunakan neraca untuk menimbang (dulu, sempat diajarin sama ayah).
Setidaknya, aku tidak mengulang, namun nilai praktekku mungkin agak kurang.
Parahnya lagi, aku kurang tahu yang mana namanya gelas kimia, padahal itukan sama saja dengan beker.
Bukannya, aku ingin menyalahkan orang lain, situasi maupun kondisi, karena praktek kimiaku yang kacau. Namun, aku maupun temanku yang lain agak kesulitan dengan ujian praktek kimia, karena kami jarang bahkan tidak pernah praktek di laboratorium (dari pengenalan alat dan zat atau senyawa, hingga cara penggunaannya).

Selain itu, materi untuk ujian praktek tidak diberitahukan sebelumnya. Para siswa seperti saya, merasa beruntung apabila ada kelas lain yang praktek duluan. Dengan begitu, kita bisa mengetahui apa materi yang kan di ujikan. Sehingga, bisa mempersiapkan segala sesuatunya (misalnya, mempelajari materi tersebut).

Berbeda dari ujian praktek kimiaku yang agak kacau. Alhamdulillah, ujian praktek biologi dan fisika berjalan lancar.
Ujian praktek biologi tentang menguji zat yang terkandung dalam makanan, seperti karbohidrat dan cara menggunakan mikroskop serta menggambar bagian tumbuhan.

Sedangkan, ujian praktek fisika materinya tentang mengukur dan menimbang benda serta kegunaan dari suatu alat. Setiap kali ujian, langsung lima orang yang ikut dan tersedia beberapa soal, yang dijawab secara bergilir.
Suasananya agak kacau namun seru. Bagaimana tidak, dua kelas bertemu dalam satu ruangan. Tidak ada urutan, siapa yang akan praktek duluan. Tergantung dari siswa sendiri. Jadinya, para siswa berebutan untuk mengikuti ujian terlebih dahulu. Selain itu, para siswa yang menunggu gilirannya cukup ribut dalam mendiskusikan materi ujian praktek tersebut. Sehingga, gurupun menjadi kewalahan dengan sikap para siswa.

Beginilah, ujian praktek yang harus ku hadapi hari ini.

 

Hello world! 26 Maret 2010

Filed under: Uncategorized — chimutluchu @ 11:31 AM

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!