Dunia Kata-Kata Ku

Kumpulan tulisan sendiri dan beberapa tulisan lainnya yang menarik

Lontara’ Ugi 9 April 2010

Filed under: Semua tentang Bugis — chimutluchu @ 4:43 PM

Aksara Bugis disebut sebagai aksara lotr (lontara’). Karena pada awalnya, media yang digunakan untuk menulis adalah daun lontara’ atau ta (t), bahasa Latinnya, yaitu Borassus flabelliformis. Sedangkan, alat untuk menulis adalah kl (kallang) yang terbuat dari ijuk pohon lontara’ atau enau.

Bentuk lontara’ mengalami beberapa transformasi dari masa ke masa, sehingga terdapat bermacam bentuk. Tetapi, yang umum digunakan hingga sekarang ini adalah lotr aurupu sulp aEp (lontara’ urupu’ sulapa’ eppa), yang berarti huruf segi empat. Hal ini, dikarenakan bentuk dasar huruf tersebut adalah segiempat.


Lontara’
terdiri dari 23 aksara yang disebut ina sure’ (huruf induk) dan 5 ana’ sure (anak huruf) yang berfungsi sebagai huruf vokal atau pembeda diakritik. Ada dua macam ana’ sure’, yaitu tetti’ (titik) dan kecce’
(e—, —o, —E)


Dalam aksara lontara’ tidak terdapat huruf kapital, seperti pada bahasa Indonesia. Sehingga, awal huruf pada sebuah kalimat,
ukurannya saja yang lebih besar daripada huruf lainnya. Selain itu, tidak terdapat tanda titik dua, koma, dan sebagainya. Yang ada hanyalah tanda titik tiga (
.), berfungsi sebagai pemisah antar kalimat.

Pada umumnya, lontara’ Bugis sama dengan lontara’ Makassar. Namun, dalam aksara lontara Makassar, tidak terdapat aksara K(ngka), P(mpa), R(nra), C(nca). Serta, tidak adanya ana sure’ —E

Setiap ina sure’ dapat diimbuhi dangan 5 macam ana’ sure’, yaitu :

1.
Tanda titik di atas (tetti’ ri yase’) berfungsi mengubah bunyi vokal “a” menjadi “i”. Contoh :

k menjadi ki

2.
Tanda titik di bawah (tetti’ ri yawa) berfungsi mengubah bunyi vokal “a” menjadi “u”. Contoh :

k menjadi ku

3.
Tanda di belakang (kecce’ ri munri’) berfungsi mengubah bunyi vokal “a” menjadi “o”. Contoh :

k menjadi ko

4.
Tanda di depan (kecce’ ri yolo) berfungsi mengubah bunyi vokal “a” menjadi “e (vokal e, spt pd kata sate)”. Contoh :
k menjadi ek

5.
Tanda di atas (kecce’ ri yase’) berfungsi mengubah bunyi vokal “a” menjadi “e (vokal e, spt pd kata pesawat “. Contoh :
k menjadi kE

 

Mari Mengenal Bahasa Bugis 7 April 2010

Filed under: Semua tentang Bugis — chimutluchu @ 8:10 AM

Bahasa Bugis, adalah salah satu bahasa daerah yang ada di Indonesia. Bahasa ini, umum digunakan di Provinsi Sulawesi Selatan, terutama di Kabupaten Soppeng. Bahkan digunakan di negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura maupun Brunei. Karena, bahasa Bugis ini dibawa oleh para perantau suku Bugis.

Huruf-huruf dalam bahasa Bugis, disebut lontara‘, terdiri dari 23 aksara dan tidak terdapat aksara atau tanda baca untuk bunyi huruf mati atau konsonan. Sehingga, bisa saja terjadi kesalahan dalammembacanya (penafsiran ganda).

Dalam bahasa Bugis juga terdapat pantun, yang disebut dengan istilah elong maliung bettuanna atau elong pugi. Pantun ini, digunakan untuk menyampaikan sesuatu secara halus. Misalnya, ketika seseorang ingin menolak permintaan dari seseorang yang jabatannya lebih tinggi (namun, hal ini jarang terjadi). Atau untuk mengungkapkan perasaan (seperti rasa suka) kepada seseorang.
Selain itu, para gadis menggunakan pantun untuk menyampaikan isi hatinya, atau menerima ungkapan dari seorang pemuda.